Rabu, 22 Februari 2017

Bahan dan Alat yang biasanya digunakan untuk praktek

Bahan :
   Simplisia terbagi atas simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia mineral. 
   1. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat         tanaman. Eksudat tanaman adalah isi sel yang secara spontan keluar dari tanaman atau isi sel dengan cara tertentu dikeluarkan dari selnya atau zat-zat nabati lainnya yang dengan cara tertentu dipisahkan dari tanamannya dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia nabati paling banyak digunakan seperti rimpang temulawak yang dikeringkan bunga melati, daun seledri, biji kopi, buah adas


   2. Simplisia hewani, yaitu simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat berguna     yang dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni contohnya sirip ikan hiu dan madu


   3. Simplisia pelikan (mineral), yaitu simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan belum berupa zat kimia murni. Contohnya Belerang dan kapur sirih.


   Dari ketiga golongan tersebut, simplisia nabati merupakan jumlah terbanyak yang digunakan untuk bahan obat. Penyiapan simplisia nabati merupakan suatu proses memperoleh simplisia dari tanaman sumbernya di alam. Proses ini meliputi pengumpulan (collection), pemanenan (harvesting), pengeringan (drying), pemilihan (garbling), serta pengepakan, penyimpanan dan pengawetan (packaging, storage, and preservation).


   Pemberian nama suatu simplisia umumnya ditetapkan dengan menyebutkan nama marga (genus), atau nama spesies (species) atau petunjuk jenis (specific epithet) dari tanaman asal, diikuti dengan nama bagian tanaman yang dipergunakan. Sebagai contoh : daun dewa dengan nama spesies Gynura procumbens, maka nama simplisianya disebut Gynurae Procumbensis Folium. Folium artinya daun. Namun tidak semua nama simplisia mengikuti aturan seperti diatas, misalnya :
   - Guazuame Folium : Nama genus dari Guazuma ulmifolia diikuti Folium
   - Calami Rhizome    : Menunjukan penyebutan nama berdasarkan atas nama belakang dari spesies                                        (Acorus calamus)


Nama Latin dari Bagian Tanaman yang digunakan dalam tatanama simplisia antara lain :
Nama latin Bagian tanaman
Amilum Pati
Bulbus Umbi lapis
Caulis Batang
Cortex Kulit kayu
Flos Bunga
Folia Daun
Folium Daun
Fructus Buah
Herba Seluruh tanaman
Lignum Kayu
Radix Akar
Rhizome Rimpang
Semen Biji
Thallus Bagian dari tanaman rendah
Tubera Umbi

     Simplisia dapat diperoleh dari tanaman liar atau dari tanaman yang sengaja dibudidayakan/dikultur. Tanaman liar disini diartikan sebagai tanaman yang tumbuh dengan sendirinya di hutan-hutan atau di tempat lain di luar hutan atau tanaman yang sengaja ditanam tetapi bukan untuk tujuan memperoleh simplisia untuk obat (misalnya tanaman hias, tanaman pagar). 

     
     Sedangkan tanaman kultur diartikan sebagai tanaman budidaya, yang ditanam secara sengaja untuk tujuan mendapatkan simplisia. Tanaman budidaya dapat berupa perkebunan luas, usaha pertanian kecil-kecilan atau berupa tanaman halaman dengan jenis tanaman yang sengaja ditanam untuk tujuan memperoleh simplisia tetapi juga berfungsi sebagai tanaman hias. 


     Dibandingkan dengan tanaman budidaya, tanaman liar sebagai sumber simplisia mempunyai beberapa kelemahan untuk dapat menghasilkan simplisia dengan mutu yang memenuhi standar tetap yang dikehendaki. Hal ini disebabkan karena :


   a. Unsur tanaman pada waktu pengumpulan tanaman atau organ tanaman sulit atau tidak dapat ditentukan oleh pengumpul. Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia sering dipengaruhi oleh umur tanaman pada waktu pengumpulan simplisia yang bersangkutan. Ini berarti aktivitas biologis yang dikehendaki dari suatu simplisia sering berubah apabila umur tanamn dari suatu pengumpulan ke waktu pengumpulan lain tidak sama.
   

   b. Jenis (spesies) tanaman yang dikehendaki sering tidak tetap dari satu waktu pengumpulan ke waktu pengumpulan berikutnya. Sering timbul kekeliruan akan jenis tanaman yang dikehendaki. Dua jenis tanaman dalam satu marga kadang mempunyai bentuk morfologi yang sama dari pengamatan seseorang (pengumpul) yang sering bukan seorang ahli / seorang yang berpengalaman dalam mengenal jenis tanaman yang dikehendaki sebagai sumber simplisia. Perbedaan jenis suatu tanaman akan berarti perbedaan kandungan senyawa aktif.


   c. Perbedaan lingkungan tempat tumbuh jenis tanaman yang dikehendaki. Satu jenis tanaman liar sering tumbuh pada tempat tumbuh dan lingkungan yang berbeda (ketinggian, keadaan tanah, cuaca yang berbeda). Simplisia yang diperoleh dari satu jenis tanaman sama tetapi berasal dari dua lingkungan dapat mengandung senyawa aktif dominan yang berbeda. Misalnya tanaman D. Myoporoides di daerah Australia utara kandungan skopolamina yang dominan, sedangkan di Australia selatan kandungan hiosiamina yang dominan. 


    Jika simplisia diambil dari tanaman budidaya maka keseragaman umur, masa panen dan galur tanaman dapat dipantau. Namun tanaman budidaya juga ada kerugiannya. Pemeliharaan rutin menyebabkan tanaman menjadi manja, mudah terserang hama sehingga pemeliharaan ekstra diperlukan untuk mencegah serangan parasit. Penggunaan pestisida untuk ini membawa konsekuensi tercemarnya simplisia dengan residu pestisida (sehingga perlu pemeriksaan residu pestisida).
Identifikasi simplisia yang akan dilakukan secara :


• Organoleptik meliputi pengujian morfologi, yaitu berdasarkan warna, bau, dan rasa, dari simplisia tersebut.


• Makroskopik merupakan pengujian yang dilakukan dengan mata telanjang atau dengan bantuan kaca pembesar terhadap berbagai organ tanaman yang digunakan untuk simplisia.


• Mikroskopik, pada umumnya meliputi pemeriksaan irisan bahan atau serbuk dan pemeriksaan anatomi jaringan itu sendiri.

Alat:


1. Mikroskop

Hasil gambar untuk mikroskop
2. Lampu spiritus
Hasil gambar untuk lampu spiritus
3. Kaca pembesar
Hasil gambar untuk kaca pembesar
4. Gelas objek dan penutup gelas
Hasil gambar untuk gelas objek dan gelas penutup
Hasil gambar untuk kaca preparat

5. Tissue / Lap

Hasil gambar untuk tissue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar